Mandailing Natal
Pusat Mandailing Julu ialah Kotanopan, yang menurut kepercayaan masyarakat Mandailing di sekitar tempat itulah dahulu kala, tidak jauh dari Sungai Batang Gadis dan Sungai Aek Singengu serta sungai Aek Singangir, berhadap-hadapan bermuara ke sungai Batang Gadis.
Menurut pesan Namora Pande Bosi kepada anaknya Si Langkitang dan Si Baitang, apabila mereka menemukan satu tempat di mana terdapat dua buah sungai yang muaranya bertentangan dari arah yang berlawanan, di tempat itulah mereka harus membuka pemukiman, yang mereka namakan Huta Panopaan, yang kemudian hari menjadi Kotanopan.
Kemudian, Si Langkitang pindah sedikit ke arah utara yaitu ke satu tempat yang bernama Singengu. Dari sini, keturunan Si Langkitang tersebar ke berbagai tempat menjadi raja-raja bermarga Lubis. Sementara saudara kembarnya, Si Baitang pindah pula ke bagian selatan dan keturunannya juga tersebar kerana kembar Namora Pande Bosi yaitu Si Langkitang dan Si Baitang pertama kali membuka tempat pemukiman. Kedua Aek Singengu dan Aek Singangir berbagai tempat menjadi raja-raja bermarga Lubis.
Ketika Belanda memasuki Mandailing Julu menjelang pertengahan abad ke 19, mereka mendirikan benteng di Singengu dan Kotanopan. Sampai masa kedatangan tentera Jepun/Jepang di Kotanopan, seorang Kontelir/Kontroler Belanda berpusat di Kotanopan. Justeru itu, terdapat banyak bangunan-bangunan berciri kolonial di situ seperti Kantor Pos dan Resthouse. Kotanopan merupakan pekan utama di Mandailing Julu.
diambil dari http://www.mandailing.org/ind/ge-kotanopan.html
2 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
marina | Mei 2, 2009 pada 6:17 am
horas……..!!!!!!!!
maju truzzzzzzzzzz tuk mandailng natal especially to kotanopan
btw,,, kok ga di masukin mengenai profil smp 1 kotanopan???????????????
byr rang knal ma smp 1 …………
2.
salim n | April 15, 2011 pada 12:39 am
kalau memang betul ada bangunan 2 mirip klonia di postingkan lah disini